Orang yang membaca Al-Qur’an hendaknya tidak dalam keadaan hadas, baik besar maupun hadas kecil.
2. Didahului dengan Istiazah
Ketika membaca Al-Qur’an, seorang muslim sebaiknya memulainya dengan membaca Istiazah, yaitu Alltu billähi minary syntitani-rajlm (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk Apabila memulai dan awal surah, maka setelah membaca istiazah, dilan jutkan dengan membaca basmalah, lalu membaca ayat-ayat. Jika tidak di awal surah, maka cukup membaca istiazah saja. Khusus untuk surah at-Taubah, meski mulai dari ayat perta ma, tidak perlu membaca basmalah, cukup dengan membaca istiazah saja
3. Membaca Secara Tartil
Yang dimaksud dengan membaca secara Tartil adalah membaca Al-Qur’an dengan suara yang jelas dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar
4. Memerdukan Suara
Membaca Al-Qur’an sebaiknya dengan bacaan yang jelas, makharijul huruf yang benat dan tidak boleh menyalahi kaidah tajwid
5. Melakukan sujud ketika dalam Membaca, bertemu dengan Ayat-Ayat Sa jdah. Sujud itu dilakukan setelah selesai membaca ayat-ayat Sajdah tersebut.
6. Memegang dan mengambil mushaf dengan tangan kanan.
7. Menghadap ke arah kiblat.
8. Membaca dengan sikap khusyuk dan tenang.
9. Memakai pakaian yang layak dan menutupi aurat.
10. Fokus ketika membaca dan berusaha memahami arti dan kandungan dari ayat yang dibaca.
11. Memerhatikan tanda waqaf dan tanda baca lainnya.
12. Mulut dalam kondisi tidak berisi dengan makanan dan minuman saat mem-baca Al-Qur’an. Dianjurkan untuk membersihkan mulut sebelum mulai membaca Al-Qur’an.
13. Suara orang yang membaca Al-Qur’an, tidak boleh mengganggu kekhusyu-kan orang yang sedang melaksanakan salat.